MANUSIA DAN KEBUDAYAAN (ILMU BUDAYA DASAR)
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan Makalah Ilmu Budaya Dasar
ini yang berisi tentang keterkaitan manusia dengan kebudayaan. Tidak lupa
penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan
dorongan dan motivasi.
Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan Makalah Budaya Sosial Dasar ini masih terdapat banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat
menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis juga
memohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Budaya Sosial Dasar ini terdapat
kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam
memahami maksud penulis.
Depok, 6 Maret
2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Manusia dalam kesehariannya tidak akan lepas
dari kebudayaan, karena manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan itu
sendiri. Manusia hidup karena adanya kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan
terus hidup dan berkembang manakala manusia mau melestarikan kebudayaan dan
bukan merusaknya. Dengan demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan
satu sama lain, karena dalam kehidupannya tidak mungkin tidak berurusan dengan
hasil-hasil kebudayaan, setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan,
bahkan kadang kala disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan.
Hubungan yang erat antara manusia (terutama
masyarakat) dan kebudayaan telah lebih jauh diungkapkan oleh Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski, yang mengemukakan
bahwa cultural determinism berarti
segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh
kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu (Soemardjan, Selo: 1964: 115).
Kemudian Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic. Karena kebudayaan berturun
temurun dari generasi ke generasi tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi
anggota masyarakat sudah berganti karena kelahiran dan kematian.
Lebih jauh dapat dilihat dari definisi yang dikemukakan
oleh E. B. Tylor (1871) dalam
bukunya Primitive Culture: kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat. Dengan lain perkataan, kebudayaan mencakup
kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota
masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari
pola-pola perilaku normative. Oleh karena itu, manusia yang mempelajari
kebudayaan dari masyarakat, bisa membangun kebudayaan (konstruktif) dan bisa
juga merusaknya (destruktif).
1.2.Rumusan Masalah
1. Apakah pengertiaan dari manusia?
2. Apakah pengertian kebudayaan?
3. Bagaimanakah hubunga antara manusia dan kebudayaan?
4. Bagaimana kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan?
1. Apakah pengertiaan dari manusia?
2. Apakah pengertian kebudayaan?
3. Bagaimanakah hubunga antara manusia dan kebudayaan?
4. Bagaimana kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan?
1.3.Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian manusia
2. Mengetahui pengertian kebudayaan
3. Mengetahui hubungan antara manusia dan kebudayaan
4. Mengetahui kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan
1. Mengetahui pengertian manusia
2. Mengetahui pengertian kebudayaan
3. Mengetahui hubungan antara manusia dan kebudayaan
4. Mengetahui kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita
merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia
tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan
dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi
manusia menurut beberapa ahli.
1. NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia
adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan
satu barang.
2. ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa"
dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang
fana".
3. UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh
(atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
4. I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias
dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
5. OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang
berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan
ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Manusia dalam bahasa Inggris disebut
man (asal kata dari bahasa Anglo-Saxon), mann). Arti dasar dari kata ini tidak
jelas tetapi pada dasarnya dapat dikaitkan dengan mens (latin), yang
berarti “ áda yang berpikir”. Demikian halnya arti kata
anthropos (Yunani) tidak begitu jelas. Semula anthropos berarti“seseorang yang melihat ke atas”. Sekarang kata ini
dipakai untuk mengartikan “wajah manusia”.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2005:714) manusia diartikan sebagai “makhluk yang berakal budi” (mampu
menguasai makhluk yang lain). Sedangkan menurut Endang Saifuddin Anshari yang
dikutip oleh Mahmud dan Tedi Priatna (2005:62) manusia adalah hewan yang
berfikir. Berfikir adalah bertanya. Bertanya adalah mencari jawaban. Mencari
jawaban adalah mencari kebenaran. Mencari jawaban tentang Tuhan, alam, manusia,
artinya mencari kebenaran tentang Tuhan, alam, dan manusia. Jadi, pada akhirnya
manusia adalah makhluk pencari kebenaran.
2.2.Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil
cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang
kompleks dengan mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan
setipa kecakapan, dan kebiasaan. Menurut Koentjaraningrat
yang berpendapat bahwa kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari kata Budhayah yang merupakan bentuk jaka dari
kata budhi, yang berarti akal. Jadi,
kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Selain dari itu, ada juga
yang mengupas kata budaya sebagai suatu turunan dari kata majemuk budi jaya
yang berarti daya dari akal. Sementara itu, kata culture (bahasa Inggris) berasal dari kata
Latin colere yang berarti
mengolah, mengerjakan, khususnya mengolah tanah atau bertani. Pengertian ini
terus berkembang dimana kata culture diartikan
sebagai upa serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.
Selain dari
pengertian diatas, terdapat beberapa definisi kebudayaan yang dikemukakan oleh
para ahli antara lain sebagai berikut.
1. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi
Kebudayaan berarti semua hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
3. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan adalah buah budi manusia
adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan
alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai
rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertip dan damai.
4. Bounded et. Al
Kebudayaan adalah hal-hal yang
berbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui
simbol-simbol tertentu.
5. Sir Edwards B Tylor
Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks
dari ide dan segala sesuatu yang dihasilkan mausia kesamaan pengalaman
historis.
2.2.1. Unsur-unsur Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat yang mengacu ke pendapat Kluckholm, yang menggolongkan bahwa unsur-unsur pokok setiap kebudayaan adalah sebagai berikut.
1.
Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Sistem mata pencaharian
4. Organisasi sosial
5. Sistem peralatan hidup dan
teknologi
6. Kesenian
7. Sistem religi
2.2.2. Komponen-Komponen
Kebudayaan
Tiap-tiap
unsur kebudayaan universal itu menadi dalam ketiga wujud kebudayaan yaitu
gagasan, aktivitas, dan artefak. Berdasarkan wujudnya, kebudayaan digolongkan
dari dua komponen adalah sebagai berikut.
1. Kebudayaan material,
adalah kebudayaan yang mengacu ke
semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Termasuk dalam kebudayaan
material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian
arkeologi, seperti mangkuk tanah liat, perhiasan, dan senjata. Kebudayaan
material juga mencakup barang-barang misalnya komputer, pesawat terbang,
televisi, mesin cuci dan gedung pencakar langit.
2. Kebudayaan nonmaterial,
adalah cenderung memusatkan
perhatian kebudayaan nonmaterial, yaitu ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan
dari generasi ke generasi dalam masyarakat.
2.2. Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan
yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan
yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya
secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari
kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu
sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga
dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan
salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan
kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut
merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia Di dunia sosiologi
manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun
keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh, ketika manusia
menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.
Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan
Kebudayaan
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh : Adat-istiadat
melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang
melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh : Perbedaan anak yang
dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota
bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara
teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada
diri sendiri dan sikap menilai (sense of
value).
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas social
Di masyarakat dapat dijumpai
lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah.
Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara
mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak
sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di
dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan
umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya : kepribadian
seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua
berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain
seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan
tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
2.3.Kedudukan Manusia di Dalam Suatu Kebudayaan
Manusia memiliki empat kedudukan dalam kebudayaan,
yaitu :
1. Sebagai
penganut kebudayaan
Sebagian
besar aktifitas yang dilakukan manusia adalah kebudayaan dan kebudayaan akan
terus ada selama manusia itu sendiri ada.
2. Pembawa
kebudayaan
Manusia
hidup di suatu tempat yang berarti ia telah menciptkan kebudayaan di
tempat yang ia tinggali dan tatkala ia berpindah ke tempat lain saat itulah ia
membawa dan menyebarkan kebudayaan.
3. Manipulator
kebudayaan
Manusia
sebagai pencipta kebudayaan dapat memanipulator kebudayaan yang telah ada
sesuai dengan perkembangan jaman dan akfititas yang ia lakukan.
4. Pencipta
kebudayaan
Kebudayaan
adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan.
Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia
dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus
hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan karena manusia
yang menciptakan atau membuat kebudayaan itu sendiri serta melaksanakan
kebudayaan tersebut. Kebudayaan akan terus hidup dan berkembang
manakala manusia mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Dengan
demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena
dalam kehidupannya tidak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan,
setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan, bahkan kadang kala
disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan tersebut. Kedudukan manusia di
dalam suatu kebudayaan juga sangat penting karena manusia-lah yang menganut, membawa,
memanipulator, serta menciptakan kebudayaan itu sendiri.
3.2.Saran
Sebagai generasi penerus ada baiknya kita selalu
menjaga kebudayaan yang sudah ada di Indonesia dan melestarikannya, jangan sampai
teknologi-teknologi yang ada sekarang malah menghancurkan kebudayaan itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
http://aryapramudya-gunadarma.blogspot.com/2012/03/hubungan-antara-manusia-dengan.html
http://radenanindyo.blogspot.com/2012/10/hubungan-manusia-dgn-kebudayaan.html
http://radenanindyo.blogspot.com/2012/10/hubungan-manusia-dgn-kebudayaan.html
Komentar
Posting Komentar